Penghitungan 5 Surat Suara Dianggap Berat, KPU Berharap Pemilu Serentak Cukup Sekali Saja

Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso Rabu, 24 April 2019 00:17 WIB
Penghitungan 5 Surat Suara Dianggap Berat, KPU Berharap Pemilu Serentak Cukup Sekali Saja

Viryan Aziz, Komisioner Komisi Pemilihan Umum./Bisnis-Jaffry Prabu Prakoso

Harianjogja.com, JAKARTA – Pemilu 2019 dianggap sebagai agenda yang berat. Komisi Pemilihan Umum berharap pemilu serentak seperti sekarang cukup sekali saja. Hal ini karena penghitungan suara untuk lima surat sangat berat.

“Pemilu serentak dengan lima kotak suara cukup sekali saja. Jangan  lagi dilaksanakan karena kita sudah sama-sama menjalaninya,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Viryan mengatakan bahwa peserta pemilu juga merasakan betapa melelahkannya jika pemilihan presiden dan legislatif untuk semua tingkatan dilakukan berbarengan. 

Baginya, pesta demokrasi serentak yang perdana ini memberikan banyak pelajaran. Bahkan harganya sangat mahal dengan banyak korban jiwa.

Meski begitu, Viryan berharap semua petugas juga peserta pemilu tetap menyelesaikan tugasnya dalam proses rekapitulasi. Bagaimanapun, pemilu harus diselesaikan.

“Kemudian apabila ada hal yang tidak berkenan silakan disampaikan. Jangan sampai ada hal-hal yang disangka kita curang. Padahal kenyataannya tidak,” jelasnya.

Berdasarkan data KPU, petugas kelompok penyelenggara pemilu yang meninggal dunia sebanyak 119 jiwa dan terdampak sakit 548 orang. Semuanya tersebar di 25 provinsi Indonesia.

Sementara itu, data terakhir Bawaslu, sedikitnya 33 orang pengawas pemilu meninggal dunia saat menjalankan tugas pengawasan. Tidak kurang dari 566 orang mendapat musibah saat bertugas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online